0

Gaya Belajar: Bekerja Dengan Kekuatan dan Kelemahan


Pernahkah kamu mendengar istilah "gaya belajar”?. Yap. Gaya belajar adalah cara kamu dalam belajar melalui visual, auditori, atau kinestetik. Bila kamu termasuk gaya belajar auditori, kamu akan cenderung lebih baik di mata pelajaran bahasa dan sosial seperti bahasa Inggris dan Ilmu Sosial.
Sementara bila kamu termasuk gaya belajar visual, kamu cenderung lebih baik dalam matematika dan ilmu pengetahuan alam, dan kamu yang termasuk gaya belajar kinestetik akan lebih mudah belajar jika situasi belajar menuntutmu untuk menggerakkan tangan seperti belajar di laboratorium. Nah, ketiga gaya belajar ini ternyata memiliki kekuatan dan kelemahan.  Simak baik-baik ya.

Bila kamu memiliki pendengaran yang lemah, kamu akan mengalami kesulitan untuk mengikuti petunjuk lisan atau mendengarkan cerita. Oleh karena itu, kamu dapat menggunakan isyarat visual, termasuk menonton orang lain untuk memahami apa yang harus dilakukan.

Bila kamu memiliki kelemahan dalam melihat, kamu akan kesulitan untuk mempelajari pelajaran yang menggunakan grafik atau diagram. Oleh karena itu, mintalah teman atau guru untuk membimbingmu. Sebagai contoh, kamu meminta guru untuk memberitahumu bagaimana berbagai bagian diagram berhubungan satu sama lain, dan mengapa.

Untuk kamu yang memiliki kelemahan kinestetik, kamu akan mengalami kesulitan belajar hal-hal melalui indera peraba, misalnya, belajar makna kasar dengan menyentuh kertas pasir, atau belajar halus dengan menyentuh sutra. Kemampuanmu untuk belajar sesuatu dengan "melakukannya" secara fisik juga akan lemah. Hal yang paling mungkin untuk kamu lakukan adalah mempelajari bahasa isyarat untuk membimbing perilaku mereka, karena banyak anak dengan masalah kinestetik juga memiliki kelemahan visual / spasial.


0 komentar:

Poskan Komentar

Back to Top